Kamis, 18 Juli 2013
Penutupan Diklatpim Tk.II Angkatan 36 Kelas C PKP2A I LAN: "Dalam Mengatasi Bencana, Pemerintah tidak bisa Berdiri Sendiri"

PKP2A I LAN di Jatinangor pada hari Rabu (17/7) menutup kegiatan Diklatpim Tk. II Angkatan 36 Kelas C. Hadir dalam acara ini di samping seluruh peserta 60 orang, juga para undangan antara lain isteri peserta, unsur Kodim dan Kepolisian daerah Sumedang, Badan Diklatprovinsi Jawa Barat, SKPD Pemerintahan Kabupaten Sumedang, para widyaiswara, dan pejabat di lingkungan PKP2A I LAN.

Dalam sambutannya Kepala LAN menyampaikan hal-hal yang terkait dengan tema Diklatpim yaitu Penguatan Sinergi Pemerintah-Masyarakat-Dunia Usaha Dalam Manajemen Bencana Alam dan Konflik Sosial, pertama secara geologis Indonesia berada pertemuan antara lempeng bumi, yang berarti rawan dalam gempa bumi, yang hingga saat ini belum dapat memprediksi kejadian-kejadian gempa dibanding dengan bencana lainnya. Kedua, secara sosiologis sebagai bangsa, Indonesia mempunyai keanekaragaman baik etnis, budaya, sosial-ekonomi dan sebagainya; dengan demikian ada potensi terjadi benturan antar sesama bangsa. Dengan tema ini para peserta diharapkan untuk memulai berpikir bagaimana menyiapkan diri membangun kesiapsiagaan dalam menghadapi baik bencana maupun konflik sosial itu. Memikirkan membangun pendekatan pemerintahan (government approach), bagaimana saat kondisi normal, saat kondisi bencana alam, maupun saat konflik sosial. Mengingat pertanggungjawaban antara masyarakat , dunia usaha dan pemerintahan masing-masing berbeda.

Untuk mengatasi konflik yang muncul baik bencana maupun konflik sosial, pemerintah tidak mungkin melakukan sendiri, oleh karenanya LAN mengambil tema “Penguatan Sinergi Pemerintah-Masyarakat-Dunia Usaha Dalam Manajemen Bencana Alam dan Konflik Sosial”. Untuk menghadapi masalah bencana harus membangun sinergi dunia usaha, dan masyarakat; karena masyarakat punya kepentingan, dunia usaha punya kepentingan dan pemerintah punya kepentingan. Oleh karena itu perlu di kuatkan beberapa SDM dalam menghadapinya dengan kemampuan Services kepada masyarakat dan dunia usaha. Berpikir membangun network untuk kedepan dan kemudian membangun di unit kerja masing-masing.

Sementara itu, Kepala PKP2A I LAN Gering Supriyadi, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil rapat evaluasi terakhir yang dilakukan oleh penyelenggara dan Widyaiswara, dinyatakan 60 peserta dinyatakan lulus dan berhak mendapatkan Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan ( STTPL), juga dilaporkan bahwa jika dibandingkan dengan angakatan 35 Kelas C nilai peserta menglami penurunan; pada angkatan 35/C angka nilai tertinggi 91,35, terendah 81,36 , dan angka rata-rata adalah 86,39; angkatan 36/C angka nilai tertingga adalah 90,60, terendah 80,68, dan angka rata-rat adalah 85,33. Jumlah peserta yang lulus dengan predikat memuaskan sebanyak 30 orang sedangkan 30 orang lulus dengan predikat Baik Sekali. Piagam penghargaan diberikan kepada 5 peserta yang berhasil meraih nilai tertinggi yaitu: peringkat pertama Hery Mulyana,S.Sos.,M.Si (Pemkab Biak Numfor), peringkat kedua Sofyan Hadi,SP.,MT (Balitbang Kab.Bengkalis), ketiga Drs.H.Mhd.Fitriyus,SH.,MSP (Pemprov. Sumatera Utara), keempat Ernadhi Sudarmanto, Ak (BPKP), dan peringkat kelima Edy Hermansyah,S.Si.,M.Sc.,Ph.D (BAPEDA Kab.Bengkulu Tengah). Piagam penghargaan kepada 5 besar peserta terbaik disampaikan oleh Kepala LAN Prof. Dr. Agus Dwiyanto, MPA didampingi Kepala PKP2A I LAN dan Asistem IV Gubernur Provinsi Jawa Barat. (yrw-ph)

Galeri Foto