Selasa, 22 Mei 2012
Aktivitas Seorang Protokoler Dalam Membangun Image Organisasi

Globalisasi merupakan era yang penuh dengan tantangan dan persaingan (competition) sehingga hubungan antarbangsa bagaikan tanpa batas (borderless). Hal ini terlihat munculnya berbagai kepentingan, seperti adanya grouping of economics, yang tidak semata-mata melihat negara sebagai entity formal belaka, namun telah menuju kepada interaksi masyarakat secara luas.

Dalam rangka membangun hubungan yang kondusif dan efektif, baik itu di tingkat nasional maupun internasional, diplomasi dan komunikasi adalah pintu gerbang di dalam membangun citra positif sebuah bangsa atau organisasi. Melalui aktivitas seorang protokoler, diharapkan image organisasi di mata publik, baik internal maupun eksternal semakin positif dan pada akhirnya melalui pembentukan opini publik organisasi tersebut mendapat dukungan dari publik. Untuk itu organisasi pemerintah (publik) yang memiliki tugas pokok pelayanan harus mampu menjelaskan secara terbuka, jujur dan realistis.

Demikian kata sambutan Kapusdiklat Spimnas Bidang Teknik Manajemen dan Kebijakan Publik (TMKP) Lembaga Administrasi Negara (LAN), Drs. H. Sigit Purwanto, MM. pada acara pembukaan Diklat Manajemen Keprotokolan pada tanggal 21 Mei 2012 di Gedung Makarti Bhakti Nagari, Pejompongan, Jakarta.
Dijelaskan lebih lanjut bahwa aturan keprotokolan tidak boleh diremehkan, misalnya aturan tata tempat, tata upacara dan tata penghormatan kepada seseorang harus sesuai dengan jabatan atau kedudukannya baik dalam posisinya sebagai pejabat negara, pejabat pemerintahan maupun sebagai tokoh masyarakat, baik itu dalam penyelenggaraan kegiatan-kegiatan kenegaraan, pemerintahan, maupun dalam kegiatan diplomasi, dan yang bersifat hubungan antar bangsa, termasuk sejumlah kegiatan protokoler yang merujuk pada tata upacara militer. Fungsi protokol sangat penting karena terkait dengan sukses tidaknya penyelenggaraan suatu kegiatan yang dilakukan oleh pejabat negara, pejabat pemerintah, dan tokoh masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bidang Akademis Pusdiklat Spimnas Bidang TMKP LAN, Muzani M. Mansoer, SE, MPM, dalam laporan penyelenggaraan mengatakan bahwa tujuan dari Diklat Manajemen Keprotokolan adalah : 1) Memahami konsep dasar keprotokolan, 2) Meningkatkan kemampuan ketrampilan keprotokolan, 3) Memahami sikap dan perilaku serta disiplin dalam pelaksanaan tugas keprotokolan, dan 4) Membawakan acara keprotokolan.

Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, materi yang disampaikan dengan metode yang sesuai dengan pembelajaran orang dewasa (andragogi) antara lain meliputi ceramah, tanya jawab, diskusi, latihan, dan simulasi, kunjungan/visit dan praktek.

Mengingat betapa pentingnya Diklat Manajemen Keprotokolan ini, banyak Instansi Pusat dan Pemerintah Provinsi Kabupaten/Kota serta Legislatif DPR/DPRD mengirimkan peserta untuk mengikuti diklat tersebut. Sampai dengan acara pembukaan tercatat peserta diklat sebanyak 115 orang.

Penyelenggaraan Diklat ini berlangsung selama 4 (empat) hari dari tanggal 21 s.d. 24 Mei 2012, pukul 08.00 - 17.00 bertempat di Gedung Graha Makarti Bhakti Nagari Lt.3, Kampus Diklat Lembaga Administrasi Negara, Pejompongan, Jakarta. (alamsyah)

Galeri Foto