Rabu, 09 Mei 2012
Kompetensi Yang Harus Dimiliki Pimpinan

Pusat Kajian dan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur (PKP2A) I LAN di Jatinangor, Jawa Barat pada hari Rabu (9/5) pukul 09.00 WIB menyelenggarakan kegiatan akhir Diklat Kepemimpinan Tingkat II (Diklatpim Tk. II) Angkatan XXXIII-Kelas E yang telah berlangsung selama lebih-kurang 10 minggu, bertempat di PKP2A I LAN, Jl. Kiara Payung Km 4,7 Jatinangor, Sumedang.

Peserta Diklat dari berbagai instansi pemerintahan, yakni dari 8 instansi pemerintah pusat dengan jumlah peserta 14 orang, 1 instansi pemerintah provinsi dengan jumlah peserta 2 orang, 6 instansi pemerintah kota dengan jumlah peserta 11 orang, dan dari 13 pemerintah kabupaten dengan jumlah peserta 25 orang. Hadir dalam acara tersebut antara lain Plt Kepala LAN Drs. Panani, MA sekaligus menutup acara, Deputi Bidang Diklat SPIMNAS, dan Pejabat Badan Diklat Provinsi Jawa Barat.

Tema yang ditetapkan oleh penyelenggara pada Diklatpim kali ini adalah "Penguatan Etika dan Integritas Birokrasi Dalam Rangka Pencegahan Korupsi". Aktivitas diwadahi dalam learning community dan ditujukan untuk mendalami keseluruhan materi dalam kelompok, yaitu: Kajian Paradigma, Kajian Kebijakan Publik, Kajian Manajemen Stratejik, dan Aktualisasi. Hal ini dalam rangka meningkatkan kompetensi aparatur tingkat pimpinan khususnya terkait level diklat ini.

Plt. Kepala LAN Panani mengungkapkan bahwa Pemimpin adalah orang yang diberi wewenang untuk mengelola organisasi dalam rangka mencapai tujuan tertentu, dan melalui diklat kepemimpinan tingkat II ini diharapkan terdapat peningkatan kompetensi kepada peserta. Panani juga menegaskan bahwa dalam praktiknya, setidaknya diperlukan tujuh kompetensi dasar yang dapat memengaruhi keefektifitasan seorang pemimpin tersebut yakni:
  1. Emotional intelligence, yaitu seorang pemimpin memerlukan kecerdasan emosional yang kuat atau kepribadian pemantauan diri;
  2. Integrity, bahwa seorang pemimpin harus mempunyai integritas yang baik dalam menjalankan roda organisasi yang dipimpinnya;
  3. Drive, yaitu bahwa seorang pemimpin harus mengutamakan tercapainya hasil dengan optimal dengan tidak mengabaikan peningkatan akuntabilitas, termasuk didalamnya kemampuan untuk membuat keputusan secara efektif;
  4. Leadership Motivation, yaitu pemimpin harus dapat memengaruhi dan memotivasi organisasi dan perangkat-perangkat yang dipimpinnya untuk mencapai tujuan yang ditetapkan;
  5. Self Confidence, bahwa pemimpin harus mempunyai keyakinan diri untuk dapat memimpin organisasi/instansi yang dipimpinnya dan membawanya menjadi organisasi yang dapat berkembang;
  6. Intellegence, pemimpin harus memiliki kemampuan kognitif di atas rata-rata untuk dapat memproses sejumlah besar informasi guna menyiapkan skenario ke depan dan mengidentifikasi peluang potensial serta membuat keputusan.
  7. Knowledge of the business, yaitu pemimpin yang efektif harus memahami lingkungan stratejik dimana mereka berada.
Semua kompetensi tersebut diharapkan telah melekat dalam diri para peserta yang telah selesai mengikuti diklat kepemimpinan sehingga efektifitas kepemimpinannya dapat berjalan dengan baik tanpa meninggalkan etika yang telah disepakati.

Pada kesempatan ini Kepala PKP2A I LAN, Drs. Gering Supriyadi, MM melaporkan bahwa, penyelenggaraan Diklat Kepemimpinan Tingkat II Angkatan XXXIII Kelas E didasarkan pada UU No.43 Tahun 1999 atas Perubahan UU No.8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian, Peraturan Pemerintah (PP) No. 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan PNS dalam Jabatan Struktural, Peraturan Pemerintah (PP) No. 13 Tahun 2002 tentang Pengangkatan PNS dalam Jabatan Struktural, dan Surat Keputusan Kepala LAN No. 6 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyelenggaraan Diklat Kepemimpinan Tingkat II. Dengan mengolah, memadukan, menganalisis data dari berbagai sumber/lokus dan/atau fokus telaahan dengan ilmu yang didapatkan di dalam kelas dari para pakar yang mendasarkan kepada ilmu terapan diharapkan kepemimpinan dimasa depan dapat mencapai kepemimpinan yang handal dan bersih dari tindakan yang melanggar norma/ pedoman/peraturan perundang-undangan yang berlaku. Perlu disimak kata bijak yang disampaikan Plt Kepala LAN pada akhir sambutannya yaitu "Bahwa yang menunjukkan derajat tinggi seseorang bukan kecerdasannya semata tetapi lebih pada perilakunya". (yrw)