Kamis, 10 November 2011
Diklat Analisis Kebutuhan Diklat

Plt. Kepala LAN , Drs. Panani, MA. didampingi Kepala Pusat Diklat Spimnas Bidang TMKP Drs. Sigit Purwanto, MM. membuka Diklat Analisis Kebutuhan Diklat Selasa, 8 Nopember 2011 di Gedung Makarti Bahkti Nagari, Komplek PPLPN LAN Pejompongan Jakarta Pusat. Diklat ini akan berlangsung selama 14 hari mulai tanggal 8 sampai dengan 23 November 2011 dan diikuti oleh tiga puluh tiga peserta yang berasal dari instansi pusat dan Pemerintah Kabupaten/Kota.

Analisis Kebutuhan Diklat sangat penting artinya bagi instansi pemerintah yang akan mengembangkan SDMnya, mengingat saat ini masih sering terjadi diklat yang diikuti oleh seorang pegawai tidak sesuai dengan kebutuhan pegawai, kebutuhan jabatan, dan kebutuhan organisasi sehingga sering terjadi setelah selesai mengikuti diklat tertentu peserta tidak dapat mengimplementasikan ilmu yang diperolehnya karena tidak sesuai dengan tugas yang diembannya, atau bahkan dipindahkan ketempat/unit lain.

Menurut Drs. Panani,MA. Analisis kebutuhan diklat dimaksudkan untuk mengidentifikasi secara jelas kebutuhan diklat bagi pegawai yang akan dilatih, agar pelatihan yang dilaksanakan betul-betul memenuhi kebutuhan peserta, jabatan dan organisasi. Oleh karena itulah perlu disiapkan aparatur yang betul-betul profesional dalam melakukan analisis kebutuhan diklat melalui Diklat Teknik Analisis Kebutuhan Diklat atau Training Needs Assesment.

Agar para peserta setelah mengikuti diklat mampu melakukan analisis kebutuhan diklat maka selama mengikuti diklat akan dibekali dengan berbagai materi diantaranya adalah: Kebijakan Perencanaan Diklat Aparatur; Diklat bersistem; Konsep Dasar Analisis Kebutuhan Diklat; Analisis Kinerja; Pendekatan Analisis Kebutuhan Diklat, Teknik Analisis Kebutuhan Diklat I dan II; Teknik Penyusunan Laporan dan Presentasi Hasil Analisis Kebutuhan Diklat, dan teknik Penyusunan Proposal Diklat.

Pada akhir sambutannya Drs. Panani MA. Berharap agar setelah selesainya diklat ini peserta mampu menganalisis Kebutuhan Diklat di Instansinya masing-masing dengan menemukenali gap kompetensi yang perlu ditingkatkan, sehingga tujuan Diklat dalam menciptakan aparatur yang kompeten dan profesional dibidang tugasnya bisa dicapai. (Aset)