Peserta RLA Usulkan Pembentukan Komisi Vokasi Nasional Featured

Jakarta – Peserta Diklat Reform Leader Academy (RLA) LAN Angkatan VII mendorong pembentukan Komisi Vokasi Nasional untuk meminimalisasi tingginya angka pengangguran di Indonesia. Komisi Vokasi Nasional diperlukan mengingat besarnya angka lulusan SMA/SMK yang tidak mampu melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.

Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Dr. Adi Suryanto, M.Si mengatakan,  pendidikan vokasi merupakan jalan tengah untuk meminimalisasi tingginya angka pengangguran serta menjembatani pihak industri dalam mencari tenaga kerja yang berkualitas dan kompeten.

“Hasil survei tahun 2016 menyatakan bahwa ada 3,3 juta lulusan SMA/SMK tiap tahun di Indonesia. Dari jumlah itu, hanya 1,7 juta yang mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang Perguruan Tinggi, dan sisanya 1,6 juta merupakan angkatan kerja baru yang harus diserap oleh dunia industri,” jelasnya Kepala LAN, Dr.  Adi Suryanto,  M. Si saat memberikan sambutan dalam Kampanye Reformasi Birokrasi Nasional dan pelepasan Peserta Diklat Reform Leaders Academi (RLA), di Graha Makarti Bhakti Nagari, PPLPN LAN Pejompongan,  Rabu(15/11).

Tingginya jumlah angkatan kerja itu, lanjut dia, akan menjadi sia-sia apabila tidak dibekali dengan kemampuan dan keterampilan yang benar-benar dibutuhkan oleh pihak industri. Alhasil jumlah angkatan kerja yang seharusnya produktif hanya menambah kompleksitas masalah terkait sumber daya manusia di Indonesia.

“Usulan policy brief yang dihasilkan para peserta Diklat RLA Angkatan VII dengan gagasan sistem pelatihan vokasi terintegrasi yang melibatkan 7 K/L yaitu Kementerian Tenaga Kerja,  Kementerian Perindustrian, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Riset dan Teknologi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Pertanian dan Kepolisian akan segera kita serahkan ke Presiden untuk menjadi acuan kebijakan peningkatan pelatihan vokasi,” ujarnya. (choky/budiprayitno)

 

Last modified on Senin, 20 November 2017 10:49